Kemenkum NTB Perkuat Kolaborasi Paten Daerah dengan Industri Jelang FBPI 2026

Mataram, Grafikanews.com - Inovasi daerah dinilai tidak cukup hanya berhenti pada tahapan hasil penelitian dan kepemilikan paten semata.

Lebih dari itu, sebuah invensi perlu dikembangkan hingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dimanfaatkan oleh dunia industri secara luas.

Hal tersebut menjadi rumusan dan fokus utama dalam pelaksanaan Webinar Road to Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026.

Kegiatan strategis ini diselenggarakan secara virtual oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat (Kanwil Kemenkum NTB) pada Senin (2/11/2026).

Mengusung tema “Paten Penggerak Ekonomi Kerakyatan: Dari Inovasi Daerah Menuju Komersialisasi Nasional”, kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 50 peserta.

Kepala Kanwil Kemenkum NTB, Risman Somantri, hadir secara langsung dan menyoroti besarnya potensi inovasi yang dimiliki oleh NTB.

Potensi inovasi tersebut tersebar secara merata di berbagai sektor mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, energi, hingga pengelolaan lingkungan.

“Kami ingin paten yang dihasilkan para inventor di NTB tidak hanya menjadi bukti pelindungan atas sebuah penemuan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara inventor, perguruan tinggi, pemerintah, dan industri harus terus diperkuat agar inovasi daerah memiliki peluang untuk dikembangkan dan dikomersialisasikan,” tegas Risman.

Melalui peran fasilitasi dan layanannya, Kanwil Kemenkum NTB menyatakan kesiapannya untuk membantu mempertemukan inventor daerah dengan pihak industri.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar, turut memberikan arahannya melalui tayangan video.

Ia menekankan bahwa paten bukan sekadar instrumen pelindungan hukum, melainkan aset bernilai yang memiliki potensi ekonomi besar apabila dikomersialisasikan.

Dalam kegiatan ini, hadir pula Abyadul Fitriyah selaku inventor sekaligus dosen Peternakan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram.

Ia memaparkan kesuksesan pengembangan komposisi pakan ternak kambing pemicu kelahiran anak kembar tiga yang berpotensi dikerjasamakan dengan PT Sree Sewu.

Sementara itu, Ir. Karyanik dari Universitas Muhammadiyah Mataram turut memaparkan inovasi mesin ekstraksi jus buah mengkudu menggunakan teknologi uap kering panas.

Dari perspektif industri, Savytri Puspitasari mewakili PT Amman Mineral Nusa Tenggara menyampaikan pengalaman perusahaan dalam mendukung pelindungan motif tenun tradisional Kabupaten Sumbawa.

Diskusi panel ini pada akhirnya menggarisbawahi bahwa tantangan komersialisasi paten tidak hanya pada aspek teknologi, tetapi juga kesiapan produksi dan pemenuhan standar pasar.

Sebagai tindak lanjut, Kanwil Kemenkum NTB akan segera mengoordinasikan identifikasi invensi potensial sekaligus memfasilitasi penjajakan kerja sama para pihak.

Kegiatan ini menjadi momentum awal yang strategis menuju pelaksanaan ajang bergengsi Forum Bisnis Paten Indonesia 2026 di Jakarta pada 3–5 November mendatang.

[Red]

Tags: