Kisah Anak Buruh Tani di Lombok Utara Kejar Cita-cita Lewat Sekolah Rakyat

Lombok Utara, Grafikanews.com - Pendidikan berasrama gratis melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Lombok Utara kini menjadi harapan baru bagi ratusan anak dari keluarga kurang mampu.

Salah satu harapan besar tersebut dirasakan oleh anak dari seorang buruh tani asal Tanjung, Lombok Utara, bernama Ahmadi.

Baginya, kesempatan untuk menyekolahkan sang anak hingga ke jenjang yang lebih tinggi sebelumnya terasa sangat berat akibat keterbatasan penghasilan.

Namun, kehadiran sekolah yang seluruh kebutuhan pendidikannya ditanggung oleh pemerintah tersebut kini membuatnya lega dan bersyukur.

Ahmadi berharap anaknya bisa fokus belajar dengan tenang dan menggapai cita-cita tanpa harus terbebani oleh persoalan biaya.

“Iya, karena di sini sangat membantu sekali, terutama bagi kita golongan yang golongan bawah. Kita sangat membutuhkan ini yang gratis ini. Itu yang kita harapkan,” kata Ahmadi.

Sebagai seorang buruh tani, kesempatan menyekolahkan anaknya melalui program ini disadarinya sebagai sebuah karunia yang besar.

Terlebih lagi, para siswa akan tinggal di asrama sehingga seluruh kebutuhan pendidikan dan pendampingan mereka dijamin terpenuhi.

“Karena gratis itu, Pak. Karena gratis itulah makanya, cocok bagi kita yang kurang-kurang mampulah, golongan bawah kan,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa banyak keluarga lain yang ingin menyekolahkan anak mereka di sana, namun belum bisa terakomodasi akibat keterbatasan wilayah penerimaan.

“Banyak yang mau, tapi karena desanya yang tidak mendukung, akhirnya tidak bisa. Banyak juga, termasuk anak saya juga mau ke sini kan. Tapi desanya terlalu besar, belum dibuka,” tuturnya.

Tak hanya bagi anak buruh tani, Sekolah Rakyat juga menjadi jalan terang bagi anak-anak yang telah kehilangan orang tua.

Lailatul Huda, seorang wali siswa asal Seganteng, Mataram, menitipkan dua adiknya di sekolah tersebut agar tetap memperoleh hak pendidikan.

“Ya, karena di sini kan bisa ditanggung semuanya, dari sekolahnya sampai dia bisa mencapai cita-citanya,” kata Lailatul.

Ketiadaan orang tua membuatnya harus mengambil tanggung jawab penuh untuk menjadi sosok pendamping bagi adik-adiknya.

“Karena orang tua sudah enggak ada kan mbaknya kan yang menjadi penanggung jawab, bisa untuk adik-adiklah, dimotivasi mereka,” ujarnya.

“Semoga menjadi orang sukses,” tambahnya.

Harapan para wali siswa tersebut kini berlanjut pada anak-anak yang mulai menempuh pendidikan, salah satunya adalah Solehah.

Siswi kelas satu SMA asal Gubuk Pande, Mataram, ini mendapat kesempatan berharga untuk bersekolah gratis bersama salah satu adiknya.

“Terharu,” kata Solehah saat ditanya mengenai perasaannya bisa menjadi bagian dari sekolah tersebut.

Kebahagiaan serupa turut dirasakan oleh Mirnawati, siswi asal Desa Pengkelakmas, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur.

Gadis yang sebelumnya bersekolah di MTs NW Pengkelamas ini berharap program tersebut dapat membantunya mewujudkan impian.

“Saya mau jadi apoteker,” ucapnya.

Sebagai informasi, Sekolah Rakyat merupakan program unggulan sektor pendidikan dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Berada di bawah naungan Kementerian Sosial, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk 595 siswa ini dibuka langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal pada Senin (2/11/2026).

[Red]

Tags: