Natuna, grafikanews.com – Ada cerita menarik di balik pertemuan lembaga keuangan bersama insan pers Kabupaten Natuna. Bukan tentang angka, layanan perbankan, ataupun urusan perpajakan, melainkan pengalaman seseorang yang baru pertama kali mendapat penugasan di daerah perbatasan ini.
Cerita tersebut disampaikan Mirwan, perwakilan Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Ranai, saat memperkenalkan diri dalam kegiatan Coffee Morning Instansi Keuangan Bersama Wartawan Natuna, Selasa (3/11/2026), di Ranai Square.
Ia mengisahkan, sebelum mendapat penugasan ke Natuna, dirinya sempat membayangkan daerah ini tidak jauh berbeda dengan Tanjungpinang. Namun, bayangan tersebut berubah ketika pertama kali menginjakkan kaki di Ranai.
Kondisi wilayah dan suasana kehidupan masyarakat yang ternyata berbeda dari perkiraannya sempat membuatnya terkejut. Namun, kesan awal itu perlahan berubah seiring waktu.
Keramahtamahan masyarakat Ranai membuatnya merasa nyaman hingga akhirnya terbiasa menjalani kehidupan dan tugas di Natuna. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah memberikan sambutan hangat dan membuatnya merasa diterima.
Cerita sederhana tersebut menjadi salah satu warna dalam pertemuan yang berlangsung santai dan penuh keakraban. Di balik secangkir kopi, terbangun ruang komunikasi antara insan pers dan sejumlah lembaga keuangan yang memiliki peran penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat.
Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Keuangan dan Pers: Membangun Kepercayaan, Memperkuat Literasi, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Natuna” ini melibatkan enam lembaga keuangan, yakni Bank BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI), BRK Syariah, dan Pegadaian, serta unsur perpajakan dari KP2KP Ranai.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang dialog antara lembaga keuangan, instansi perpajakan, dan insan pers.
Sinergi ini memiliki arti penting mengingat pers memegang peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat. Termasuk informasi mengenai layanan perbankan, akses pembiayaan, literasi keuangan, hingga pemahaman perpajakan.
Di sisi lain, lembaga keuangan dan instansi perpajakan juga memiliki tanggung jawab memberikan edukasi serta informasi yang mudah dipahami masyarakat, sehingga berbagai layanan dan program yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kegiatan yang dimoderatori Ketua PWI Kabupaten Natuna, Muhammad Rapi, tersebut diharapkan menjadi awal terbangunnya komunikasi dan kolaborasi yang lebih baik antara insan pers dan lembaga keuangan.
Sebab, membangun kepercayaan publik tidak hanya membutuhkan pelayanan yang baik, tetapi juga keterbukaan informasi dan komunikasi yang sehat. Dari ruang sederhana seperti ngopi bersama, sinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Natuna diharapkan dapat terus tumbuh.




Dubes Australia dan Gubernur NTB Luncurk...
Perkuat Layanan Bantuan Hukum, Kemenkum ...
Gandeng Bale Mediasi Sumbawa, Kemenkum N...