Lombok Utara, Grafikanews.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Utara (KLU) tengah memperbaiki pondasi layanan persampahan dengan menargetkan peningkatan jumlah pelanggan dari kalangan rumah tangga. Selama ini capaian kepatuhan pelaku usaha sudah terbilang bagus, namun dukungan warga di lingkungan pemukiman masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar layanan pengangkutan sampah berjalan seimbang.
Kepala DLH KLU, Husnul Ahadi, menjelaskan bahwa pelaku hotel dan restoran di wilayah tersebut umumnya sudah terdaftar sebagai pengguna layanan resmi, sekaligus memenuhi kewajiban retribusi secara konsisten. Hal ini memberikan dampak positif terutama untuk menjaga kebersihan kawasan wisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Pelaku usaha sudah menyadari bahwa kebersihan adalah modal utama daya tarik wisata, sehingga mereka bersedia menggunakan layanan pengangkutan sampah secara rutin,” ujar Husnul.
Berbeda dengan sektor usaha, sebagian warga rumah tangga masih memilih menangani sampah secara mandiri tanpa terdaftar dalam sistem layanan pemerintah. Pola pikir ini membuat sistem pengangkutan sampah tidak dapat berjalan secara menyeluruh, sementara volume timbunan sampah dari pemukiman juga tidak kalah besar dibandingkan kawasan komersial.
Husnul menegaskan keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan kepatuhan pelaku usaha semata. Apabila lebih banyak rumah tangga bergabung menjadi pelanggan, jadwal pengangkutan dapat disusun lebih teratur, risiko pembuangan sampah liar dapat ditekan, dan beban kerja petugas kebersihan menjadi lebih terukur.
“Keterlibatan warga rumah tangga adalah kunci agar sistem persampahan tidak hanya berjalan di kawasan wisata, tetapi merata sampai ke lingkungan pemukiman warga,” jelasnya.
DLH KLU tidak hanya mengandalkan sosialisasi satu arah dari petugas dinas. Pihaknya melibatkan aparat lingkungan seperti kepala dusun, ketua RT dan tokoh masyarakat untuk melakukan pendekatan secara personal kepada warga. Pendekatan dari tokoh sekitar dinilai lebih efektif untuk mengubah kebiasaan warga dan menyampaikan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pengangkutan seiring bertambahnya jumlah pelanggan rumah tangga. Harapannya, kesadaran warga dan perbaikan layanan dapat berjalan beriringan guna mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di seluruh wilayah Lombok Utara.(Eza)




Wujud Kehadiran Negara, 595 Siswa Prasej...
Target Zero Kemiskinan Ekstrem, Lombok U...
BPBD Lombok Utara Imbau Pengguna Jalan P...