Lombok Utara, Grafikanews.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berhasil menurunkan jumlah warga kategori miskin ekstrem setelah tim dinas sosial melakukan verifikasi menyeluruh langsung di lapangan. Dari data tahun 2024 sebanyak 1.045 jiwa, jumlahnya kini menyusut menjadi 519 jiwa, sehingga program penanganan bisa difokuskan kepada kelompok yang benar?benar membutuhkan bantuan.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak KLU, Fathurrahman, menyatakan penyesuaian data ini penting karena banyak nama di daftar awal ternyata tidak memenuhi syarat kategori kemiskinan ekstrem. Hasil verifikasi menyisakan 519 jiwa yang menjadi sasaran utama program intervensi pemerintah.
“Penurunan jumlahnya cukup besar. Banyak warga yang tercatat di daftar awal ternyata tidak sesuai kriteria kemiskinan ekstrem, setelah pengecekan lapangan tersisa 519 jiwa, kelompok ini yang akan kami prioritaskan untuk bantuan selanjutnya,” ujarnya, senin (02/11).
Status miskin ekstrem ditetapkan berdasarkan empat indikator utama, yaitu tidak memiliki aset, tanpa pekerjaan atau penghasilan tetap, hunian tidak layak huni, serta sepenuhnya bergantung pada bantuan orang lain untuk kebutuhan makan sehari?hari.
Pemerintah daerah menyiapkan penanganan terpadu lintas OPD untuk kelompok tersebut, dengan bantuan yang disesuaikan dengan permasalahan masing?masing keluarga. Perbaikan rumah tangga akan ditangani Dinas PUPR dan Perkim, sedangkan penguatan ekonomi warga akan dijalankan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan bersama Dinas Koperasi melalui pinjaman modal tanpa bunga.
Dinsos PPPA masih memenuhi kebutuhan dasar jangka pendek warga miskin ekstrem, namun Fathurrahman menyampaikan saat ini belum ada alokasi anggaran khusus di APBD murni tahun ini.
“Kami berharap dukungan anggaran tersedia pada APBD Perubahan. Target nasional penghapusan kemiskinan ekstrem baru pada 2028, kami optimis Lombok Utara bisa menyelesaikannya lebih cepat,” pungkasnya.(Eza)




Wujud Kehadiran Negara, 595 Siswa Prasej...
Target Zero Kemiskinan Ekstrem, Lombok U...
BPBD Lombok Utara Imbau Pengguna Jalan P...