Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem, Pemkab dan Forkopimda Ngawi Gelar Apel Siaga Pasukan dan Peralatan SAR

Wakil Bupati lakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan personel, sarana dan prasarana, hingga perlengkapan pendukung Search and Rescue (SAR).

Ngawi,Grafikanews.com - Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperketat langkah antisipasi dini menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Apel Gelar Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana yang dipusatkan di Lapangan Satya Haprabu Polres Ngawi.

Apel siaga ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, didampingi Kapolres Ngawi, AKBP Mohammad Amirul Hakim, serta Kasdim 0805 Ngawi, Mayor Caj Sindu Sarwo Nuryanto.

Kegiatan tersebut melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai instansi lintas sektoral guna memastikan kesiapan total dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang seiring memasuki musim penghujan.

Dalam agenda tersebut, dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan personel, sarana dan prasarana, hingga perlengkapan pendukung Search and Rescue (SAR). Pemeriksaan fisik kendaraan bermotor dan peralatan operasional dilakukan guna memastikan seluruh armada siap diterjunkan kapan pun sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat di wilayah Ngawi.

Menanggapi kerentanan cuaca ekstrem, Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menekankan bahwa mitigasi bencana tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan alat dan personel, melainkan harus diimbangi dengan edukasi masif kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

"Edukasi terkait menjaga lingkungan merupakan bagian yang sangat penting. Kita harus bersama-sama menjaga lingkungan dengan melibatkan masyarakat, mengelola sampah dengan baik, serta terus memberikan imbauan untuk meningkatkan kesadaran seluruh warga masyarakat," tegas Dwi Rianto Jatmiko.

Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem, Pemkab dan Forkopimda Ngawi Gelar Apel Siaga Pasukan dan Peralatan SAR

Kepedulian kolektif terhadap kebersihan lingkungan dan daerah resapan air menjadi kunci utama dalam meredam risiko bencana hidrometeorologi di tingkat tapak.

Kapolres Ngawi, AKBP Mohammad Amirul Hakim, menegaskan bahwa keselamatan warga merupakan hukum tertinggi yang harus dijaga melalui koordinasi yang solid antar-instansi.

"Kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Diperlukan koordinasi, komunikasi, dan sinergi seluruh unsur terkait agar apabila terjadi bencana, penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama," ujar AKBP Amirul.

Pihaknya juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah meningkatnya intensitas hujan serta proaktif melaporkan kepada aparat atau instansi terkait apabila menemukan potensi kerawanan bencana di lingkungan sekitar mereka. (Sal)

Tags: