KENDAL, Grafikanews.com - Ramai di media sosial, seorang siswi SMP di Weleri Kabupaten Kendal menjadi korban penculikan. Namun dugaan penculikan tersebut, ternyata hanyalah rekayasa dari korban RA (14), untuk mengelabui kedua orangtuanya agar tidak dimarahi.
Siswi kelas 9 SMP Swasta di Weleri tersebut, pergi meninggalkan rumah, usai pulang dari Sekolah untuk bermain di rumah teman. RA pergi bermain dan menginap dua malam di rumah temannya yang dikenalnya lewat Instagram (IG) yang berada di Wilayah Kecamatan Ngampel Kendal. RA mengarang cerita bahwa dirinya menjadi korban penculikan, hal itu dimaksudkan agar tidak dimarahi orangtuanya.
Berita dugaan penculikan siswi SMP tersebut diketahui sejak hari Sabtu (23/04/2022) dan ramai di media sosial. Kiswati (33) sang ibu korban, warga Dusun Besokor Desa Sidomukti Kecamatan Weleri Kendal, melaporkan dugaan penculikan terhadap anaknya itu ke Polsek Weleri, Polres Kendal, bahwa anak gadisnya tak kunjung pulang ke rumah usai pulang sekolah.
Bahkan sang ibu mendapatkan kiriman pesan suara dari anaknya melalui WhatsApp (WA) yang berisikan permintaan tolong, karena dikejar-kejar orang yang tidak diketahuinya di daerah yang tidak diketahuinya.
"Jadi, awalnya ibu korban RA mendapatkan pesan dari anaknya melalui WA bahwa anaknya RA dikejar-kejar orang yang tidak dikenal," jelas Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Daniel A Tambunan Kamis (28/04/2022)
Tidak lama kemudian korban RA juga mengirim pesan teks dan pesan suara ke WA Group Keluarganya, dan mengatakan bahwa dirinya dibawa ke sawah-sawah di daerah sekitar wilayah Kecamatan Sukorejo Kendal.
“Ibu korban pun sempat mencari anaknya ke rumah tempat bapaknya Miswan (35) di Dukuh Ngesruk Desa Harjodowo Kecamatan Sukorejo, namun tidak ditemukan," imbuhnya.
Ditambahkan Kasatreskrim, dari aduan dan laporan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan karena banyak kejanggalan dari dugaan penculikan tersebut. Hasil pemeriksaan dan penyelidikan polisi akhirnya menemukan titik terang, dan terbukti bahwa dugaan penculikan ini hanya rekayasa dari korban itu sendiri.
“Kita melakukan penyelidikan dan akhirnya korban RA berhasil ditemukan. Ternyata RA meninggalkan rumahnya dan pergi bermain ke rumah temannya. Dari hasil pemeriksaan, korban mengakui jika penculikan yang diinformasikan ke keluarganya dan ramai di media sosial hanya rekayasa dirinya saja untuk mengelabui kedua orangtuanya,†terang Kasat Reskrim
Korban membuat rekayasa bahwa dirinya diculik oleh dua orang dan dibawa menggunakan sebuah mobil ke arah Sukorejo, padahal korban sengaja pergi ke rumah temannya dan merekayasa penculikan agar tidak dimarahi oleh ibunya.
“Jadi tidak ada penculikan, itu semua direkayasa korban RA sendiri karena ingin mendapatkan perhatian dari orangtuanya,†kata Kasat Reskrim.
Sementara itu RA yang dimintai keterangan Petugas, mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas kejadian yang sempat viral tersebut. Dalam video permintaan maafnya RA mengaku, bahwa kejadian penculikan tersebut adalah rekayasa agar tidak dimarahi kedua orangtuanya.
Didampingi sang ibu, RA meminta maaf kepada semua pihak atas ulahnya. RA mengaku mengarang cerita bahwa dirinya diculik agar bisa pergi dari rumah tanpa dimarahi ibunya.
“Berita itu hanya rekayasa saya saja, saya sengaja pergi dari rumah untuk mencari perhatian, dan rekayasa ini dibuat agar saya tidak dimarahi saat pulang ke rumah. Dengan ini saya mohon maaf kepada semuanya karena membuat heboh,†kata RA dalam video klarifikasinya.
RA juga berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya dan tidak akan membuat kegaduhan lagi. terima kasih kepada Polda Jawa Tengah, Polres Kendal dan Polsek Weleri yang menangani masalah ini.
Saat ditemui wartawan Grafikanews.com di rumahnya, RA ditemani sang ibu Kiswati juga kembali menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak atas ulah dan kesalahannya.
"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga, pihak Kepolisian, pihak Sekolah, masyarakat Desa Sidomukti dan sekitarnya, serta semua pihak atas ulah saya yang membuat gaduh berbagai pihak. Saya sangat menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi," ucap RA memohon maaf.
Sementara itu Kepala Desa Sidomukti Pujiono menyayangkan kejadian tersebut dan berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi.
"Kami sangat menyayangkan dan menyesali kejadian tersebut. Kami berharap kejadian seperti itu yang dapat membuat kegaduhan warga, tidak terulang lagi. Kami juga meminta maaf atas ulah warga kami itu," ucap Kades Pujiono. (KYD)
BACA JUGA:
Duorrr, Obat Mercon Meledak, Dua Warga Sumowono Menjadi Korban
Gelar Tasyakuran HBP Ke 58, Kakanwil Kemenkumham Jateng Dongkrak Semangat Insan Pemasyarakatan
Berhasil Membina Warga Binaan, Kanwil Kemenkumham Jateng Raih Penghargaan




RSUD Lombok Utara Siap Sukseskan Kegiata...
BPBD KLU bersama Bank NTB Konsisten Salu...
Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI...