Grafikanews.com-Banyuwangi- Menjelang bulan ramadhan, jajaran Polresta Banyuwangi menggelar operasi pekat secara serentak diseluruh wilayah hukum Polresta Banyuwangi. Hasilnya, sekitar 353 kasus berhasil diungkap dan 439 tersangka berhasil diamankan.
"Dimana ada 7 item tindak kejahatan yang kita ungkap, yaitu premanisme total ada 177 dengan tersangka 220. Kemudian, prostitusi total 4 dengan Tersangka 4, Kemudian pornografi di ungkap 2 dengan tersangka 2, perjudian di ungkap 39 dengan tersangka 61, penyalahgunaan narkoba 37 dengan tersangka 45, petasan ada 2 kasus dengan 2 tersangka, dan miras 92 kasus dengan 105 tersangka. Total kasus yang di ungkap sebanyak 353, dengan tersangka sebanyak 439,"ungkap Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syaifuddin S.H, S.I.K, M.H, Kamis (8/4/2021).
Dari sekian kasus yang berhasil diungkap, kasus perdagangan orang yang berhasil diungkap pada 22/3/2021 lalu menjadi perhatian jajaran kepolisian. Modus operandinya kata Arman,mucikari menawarkan wanitanya melalui media twiter kepada para hidung belang.
"awalnya penawaran melalui twitter, kemudian seseorang memesan seorang wanita untuk melakukan transaksi, yang mucikari sebagai fasilitas didalam terjadinya kegiatan perdagangan orang,” terang Arman.
Arman menjelaskan, kasus ini merupakan kali ketiga terjadinya perdagangan orang melalui media twitter.
"Dan ini merupakan kali ketiga di polresta banyuwangi yang berhubungan dengan media sosial salah satunya twitter, jadi twitter sudah mulai merambah yang berhubungan dengan kegiatan perdagangan orang, ini yang menjadi menarik," jlentrehnya.(PIKI)




Perkuat Analisis Kebijakan Hukum, Kanwil...
Kanwil Kemenkum NTB Perkuat Pendampingan...
Gubernur Iqbal di Musorprovlub: PON 2028...