WAN SISWANDI

Nirafdi Pitopang

WAN SISWANDI 

Catatan kecil : Nirafdi Pitopang 


Saya memang tidak kenal dengan bapak Wan Siswandi secara pribadi, tapi bukan berarti saya tidak memperhatikan apa-apa tentang beliau. Walau wajahnya sering saya lihat dibaliho di pinggir jalan. Yang paling banyak saya lihat di Pantai Piwang menjelang 17 Agustusan 2024 lalu. Itulah saat awal saya menginjakkan kaki di Kota Ranai Natuna ini.

Hal lain yang menarik buat saya adalah penayangan vidio pembangunan Natuna di dekat lampu merah depan Masjid Jamik lengkap dengan anggarannya. Itu sangat positif dari segi keterbukaan anggaran APBD kabupaten Natuna ini. Sehingga masyarakat umum dapat mengetahui berapa jumlah anggaran dan arah pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. 

Pelayanan positif lain yang langsung terasa betul manfaatnya bagi saya selaku warga baru di Natuna ini adalah pelayanan dukcapil yang super keren. Baru 5 hari tinggal di kota Ranai ini saya kehilangan KTP, ATM dan SIM Dua hari saya kebingungan. Dan akhirnya saya mengurus surat kehilangan ke Polsek Ranai. Dengan bekal surat keterangan kehilangan itu saya bawa ke Dukcapil. Setelah saya disuruh isi formulir yang sudah disediakan oleh petugas dukcapil surat permohonan. Tidak sampai 5 menit nama saya dipanggil. Pertama saya pikir ada kesalahan isi data. Rupanya KTP saya sudah siap gratis tanpa pake uang pelicin segala macam. Tidak sama dengan daerah saya di Jambi banyak tetek bengeknya, yang ujungnya tau sama taukah mental ASN Kita.

Tidak lama sesudah itu kami masyarakat Minang yang ada di Natuna ini mengadakan pertemuan dengan Wan Siswandi malam hari. Karena saya duduk dekat pintu, datanglah seorang laki-laki setengah umur sendirian tanpa pengawal, berpakaian sederhana dibalut Jaket warna hitam. Lelaki itu menyalami saya pertama kali karena saya memang duduk dekat pintu. Saya sambut salamnya seperti tamu biasa saja. Tapi setelah beliau menyalami semua orang dan para tuan rumahpun berebut menyalami beliau, Saya berkata dalam hati.

" Mungkin ini Bupati Natuna itu, kenapa beliau datang sendirian saja tidak layaknya seorang pejabat daerah. Setelah ada pengumuman dari panitia barulah saya tau kalau dia adalah bapak Wan Siswandi. Pertemuan itu berjalan sangat akrab seperti orang yang sudah saling kenal satu sama lainnya. Ditambah lagi pak Wan Siswandi mahir berbahasa Minang.

Ada tiga hal pokok yang disampaikan oleh pak Wan Siswandi waktu itu yaitu Pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Tentang pendidikan Wan Siswandi sangat konsen tentang peningkatan Sumber Daya Manusia, ratusan anak muda Natuna dikasih beasiswa untuk belajar ke Universitas yang ada di Indonesia. Dengan harapan setelah lulus nanti dapat membangun Natuna dimasa depan. Disamping itu bapak bupati juga merencanakan memberikan pakaian untuk anak sekolah mulai dari SD sampai SMP. Semua pakaian akan ditanggung oleh Pemda. 

Dibidang Kesehatan selain menyediakan pelayanan berobat gratis pemerintah daerah juga sudah membangun Rumah Singgah di Batam lengkap dengan mobilnya. Semua itu adalah upaya pemerintah dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat natuna. Gratis...

Dibidang Infrastruktur pak Wan Siswandi mengakui belum bisa berbuat banyak karena pada awal menjabat pemerintah disibukkan mengurus penanggulangan COVID 19. Jadi perhatian pemerintah belum maksimal dalam penanganan infrastruktur. Tapi beliau berjanji pada masa pemerintahan kedua kalau masih dipercaya beliau akan fokus di bidang infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat baik petani, Nelayan maupun masyarakat yang bergerak di bidang UMKM. Itulah hal yang saya catat dalam silaturahmi tersebut. 

Dan akhirnya sebelum acara selesai saya duluan pulang sehingga tidak dapat bersalam dengan beliau lagi.

Satu hal yang saya harapkan semoga bapak Wan Siswandi selalu sehat dan kuat menghadapi berbagai tantangan dalam pilkada ini. Semoga beliau tatap diberi Amanah. Amin. !

Tags: