Lombok Utara, Grafikanews.com — RSUD Kabupaten Lombok Utara baru saja menerima kunjungan studi banding atau benchmarking dari Rumah Sakit Mutiara Sukma, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu serta kualitas pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), yang saat ini menjadi salah satu layanan prioritas bagi masyarakat di wilayah NTB.
Direktur Utama RSUD Kabupaten Lombok Utara, drg. Nova Budiharjo melalui Kabid Humas Okta Santika Iriani, menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa pertukaran pengalaman antar-institusi sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan standar layanan kesehatan.
"Kami sangat senang dan menyambut baik kunjungan dari Rumah Sakit Mutiara Sukma. Kegiatan studi banding ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan langkah strategis untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta praktik terbaik yang telah kami jalankan. Semua ini bertujuan agar layanan pemeriksaan kesehatan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia semakin efektif, berkualitas, dan tentunya selalu sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku," ujarnya.
Dalam kunjungan kerja ini, tim dari Rumah Sakit Mutiara Sukma secara mendalam mempelajari berbagai aspek operasional layanan CPMI di RSUD Lombok Utara. Materi yang dibahas meliputi alur pelayanan pasien CPMI yang terintegrasi, standar pelaksanaan pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang yang lengkap dan akurat, serta tata cara manajemen dokumen yang rapi dan tertelusur.
Selain itu, tim juga mempelajari prosedur penerbitan sertifikat kesehatan atau dokumen Fit to Work yang sah dan diakui, integrasi sistem informasi rumah sakit yang memudahkan pengelolaan data, hingga sistem pengawasan mutu pelayanan yang berjalan secara berkelanjutan.
Okta berharap, melalui kegiatan ini dapat terjalin kerja sama yang semakin erat dan kolaborasi yang berkesinambungan antar kedua institusi pelayanan kesehatan.
"Kami berharap studi banding ini dapat memetik manfaat yang maksimal bagi kedua belah pihak. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan standar pelayanan kesehatan secara terus-menerus, sehingga kita semua dapat memberikan pelayanan yang lebih profesional, optimal, serta selalu berorientasi pada keselamatan dan kepuasan masyarakat yang kita layani," tambahnya.
Dengan adanya pertukaran informasi ini, standar layanan pemeriksaan kesehatan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia di wilayah Nusa Tenggara Barat diharapkan semakin seragam, berkualitas tinggi, dan dapat diandalkan oleh para pekerja, keluarga, maupun pihak terkait.(Eza)




Jalin Sinergi Layanan CPMI, RS Mutiara S...
Kejar Target Kunjungan Wisatawan, Dispar...
Pemprov NTB Gelar GPM ke-18 di Desa Tama...