MATARAM, Grafikanews.com – Keberhasilan Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Nusa Tenggara Barat dalam meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) menjadikannya rujukan bagi instansi lain. Hal ini terlihat saat Kemenkum NTB menerima kunjungan studi tiru pembangunan Zona Integritas (ZI) dari KPU Provinsi NTB di Aula Kanwil setempat, Selasa (28/4).
Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk berbagi pengalaman serta praktik terbaik dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.
Pelayanan Sebagai Wajah Organisasi
Kakanwil Kemenkum NTB, I Gusti Putu Milawati, menekankan bahwa kunci utama dalam meraih predikat tertinggi tersebut adalah konsistensi di seluruh lini.

Menurutnya, area pelayanan adalah wajah organisasi yang mencerminkan kualitas integritas seluruh pegawai.
“Proses meraih WBBM bukan hal mudah. Penilaian dilakukan sangat detail hingga ke unsur terkecil, mulai dari petugas keamanan, tenaga alih daya, hingga seluruh pejabat. Keberhasilan ini adalah buah dari penguatan inovasi yang kami mulai sejak meraih WBK pada tahun 2020,” tegas Milawati.
Inovasi Berbasis Kebutuhan Masyarakat
Dalam sesi knowledge sharing, Milawati memaparkan perjalanan panjang pembangunan ZI sejak 2019 hingga sukses meraih WBBM pada 2025. Keberhasilan tersebut ditopang oleh berbagai inovasi unggulan yang memudahkan akses masyarakat, di antaranya:
- BILADU: Mobile Layanan Terpadu.
- PERESEAN: Layanan pengunggahan Raperda seputar NTB.
- SIPARIS: Sistem pelaporan dan pengaduan Notaris.
- E-DESAKU: Elektronik Desa Sadar Hukum.
- MAYURE & PELUNGGUH: Sistem otomasi informasi dan dokumen.
Sinergi Membangun Integritas
Sekretaris KPU Provinsi NTB, Mars Ansori Wijaya, memberikan apresiasi tinggi atas keterbukaan Kemenkum NTB dalam berbagi ilmu. KPU NTB yang telah meraih predikat WBK sejak 2022 kini tengah berupaya melakukan akselerasi menuju WBBM dengan memperkuat sistem internal dan inovasi digital.
“Kehadiran Ibu Kakanwil secara langsung menunjukkan komitmen pimpinan yang luar biasa dalam membangun Zona Integritas. Kami belajar banyak mengenai pemenuhan enam area perubahan untuk meningkatkan kualitas kinerja kami,” ujar Mars Ansori.
Melalui sinergi ini, kedua lembaga berkomitmen untuk terus mendorong percepatan pembangunan Zona Integritas di wilayah Nusa Tenggara Barat demi menghadirkan birokrasi yang lebih bersih dan melayani. [Red]




Bank NTB Syariah dan PDAM Lombok Timur P...
Lestarikan Budaya Lokal, Wabup Kusmalaha...
Perkuat Perencanaan Penanggulangan Benca...